Selama periode libur, aktivitas bongkar muat dan pergerakan logistik mengalami perlambatan seiring terbatasnya operasional industri dan distribusi. Secara pola, kondisi ini merupakan siklus musiman yang lazim terjadi setiap tahun, khususnya pada momen hari besar keagamaan.
Corporate Secretary PT Belawan New Container Terminal, Rizki Affandi Nasution, menegaskan bahwa koreksi volume pada Maret bersifat sementara. “Penurunan terutama terjadi pada minggu terakhir akibat libur Idul Fitri. Sebelum periode tersebut, arus petikemas masih bergerak stabil, didorong aktivitas distribusi menjelang Hari Raya,” ujarnya.
BNCT tetap menjaga layanan operasional selama periode libur dengan memastikan kesiapan fasilitas dan pengaturan jadwal kerja, terutama untuk mendukung kelancaran distribusi komoditas prioritas. Langkah ini dilakukan guna meminimalkan dampak perlambatan terhadap pengguna jasa.
Sebagai terminal petikemas internasional di Belawan, BNCT memproyeksikan arus barang akan kembali meningkat pada April 2026 seiring normalisasi aktivitas industri dan perdagangan. Perusahaan optimistis kinerja operasional akan kembali berada pada tren positif, didukung pemulihan distribusi dan penguatan koordinasi dengan pelaku logistik. (MARI/BTI.COM)
